Macam Macam Teknologi Dalam Bisnis Ritel Yang Canggih

5 Likes Comment
macam macam teknologi dalam bisnis ritel

Bisnis ritel adalah salah satu industri yang perkembangannya sangatlah cepat. Perubahan yang cepat di industri ritel juga berlaku pada teknologi-teknologi pendukungnya. Teknologi ritel terus mengalami inovasi demi semakin mempermudah dan memaksimalkan efisiensi kegiatan industri. Ingin tahu macam macam teknologi dalam bisnis ritel? Temukan jawabannya pada artikel berikut.

Teknologi dan bisnis adalah dua hal yang saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Berkat kehadiran teknologi, ini membuat aktivitas bisnis menjadi semakin efektif, meningkatkan kualitas produk atau layanan, sekaligus menghemat biaya.

Sama seperti industri lainnya, bisnis ritel juga memanfaatkan betul kecanggihan teknologi demi keuntungan mereka. Berikut macam macam teknologi dalam bisnis ritel yang perlu Anda ketahui.

Macam Macam Teknologi Dalam Bisnis Ritel

1.Predictive Analytics (Big Data)

Para pelaku bisnis ritel tidak pernah mengalami masalah setiap kali mengumpulkan banyak data, namun untuk bisa menganalisis dan memanfaatkan data yang ada untuk menciptakan solusi baru atau memecahkan masalah menjadi suatu proses yang lumayan lama dan membutuhkan perjuangan.

Itu adalah fakta dahulu dan semenjak kehadiran analisi prediktif (predictive analytics) sudah berubah. Saat ini peritel dapat lebih proaktif dalam memandang masa depan lewat analisa tren dan perilaku konsumen dari masa lalu.

Apabila pengecer sudah berhasil menganalisi data, mereka kemudian bisa memahami informasi penting yang berhubungan dengan perilaku pembelian konsumen (purchasing behavior), menciptakan pengalaman berbelanja lebih personal, memperlihatkan letak kebutuhan konsumen, mengurangi biaya rantai pasokan, meningkatkan efisiensi sistem dan lain sebagainya.

Predictive Analytics membantu pelaku bisnis ritel agar lebih cerdas, membantu mengurangi biaya dan lebih efisien.

2.Extended Reality

Teknologi augmented dan virtual reality sudah memberikan beberapa cara kepada pelaku bisnis ritel untuk memaksimalkan pengalaman konsumen dalam berbelanja. Mulai dari browsing produk yang mereka inginkan sampai benar-benar “mencoba memakainya”.

Sekarang ini sudah banyak pengecer yang memanfaatkan extended reality. Salah satu contohnya adalah pengecer pakaian olahraga remaja dari brand Tilly. Para pelanggannya bisa merasakan pengalaman seru berburu berbagai macam pakaian dan aksesoris untuk kembali ke sekolah.

Hal serupa juga ditawarkan oleh aplikasi IKEA Place ARKit yang bisa membantu konsumen menentukan apakah sebuah furnitur yang hendak dibeli terlihat bagus dan cocok dipasang di rumah mereka atau tidak.

Di masa depan, teknologi Extended Reality memungkinkan pelanggan berbagi pengalaman mereka ketika berbelanja virtual kepada orang lain. Anda pasti sudah kenal dengan teknologi dalam bisnis ritel satu ini.

3.Recommendation Engines

Sebagai pelanggan, Anda pasti sering mendapatkan rekomendasi produk dari toko online yang belum terfikir sebelumnya, namun sebenarnya membutuhkan produk tersebut. Seperti itulah mesin rekomendasi (recommendation engines) bekerja.

Mesin rekomendasi bekerja dengan membantu para pelanggan menemukan hal-hal yang sebelumnya mereka tidak tahu bahwa ternyata mereka membutuhkan produk tersebut. Tentu saja ini menawarkan opsi kepada konsumen di waktu yang relevan menurut pola belanja mereka.

Artikel Menarik Lainnya : Tips Berbelanja Online Agar Tidak Tertipu

Dari waktu ke waktu, mesin rekomendasi sudah semakin canggih dan mampu memberi pengalaman terbaik kepada konsumen. Semakin banyak data algoritma yang dimiliki ketika menilai perilaku belanja konsumen, maka rekomendasi yang diberikan kepada pelanggan semakin baik.

Pengecer pastinya diuntungkan dengan adanya tools recommendation engines, karena bisa meningkatkan permintaan dan kepuasan pelanggan. Beberapa brand ternama yang sudah menerapkannya adalah Spotify, Netflix dan Amazon.

4.Momen Mikro

Sebagai pemilik smartphone, Anda pasti sering menggunakan Google untuk menemukan informasi yang sedang dibutuhkan pada “saat itu”. Sehingga, Anda begitu menyukai Google dan selalu memakainya dalam kehidupan sehari-hari.

Konsepnya sama seperti Google, peritel yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen pada “saat itu” pasti lebih unggul dan berkesan. Konsumen tidak ragu untuk berlangganan dan bahkan mengandalkannya untuk memenuhi kebutuhan harian.

Berkat semakin mudahnya akses digital ke konsumen dan teknologi analitik yang kuat, pelaku bisnis ritel bisa segera menangkap momen dan membantu konsumen setiap kali membutuhkannya. Bahkan bisa mengetahui produk yang mungkin dibutuhkan konsumen sebelum mereka sendiri menyadarinya.

5.Face Recognition

Macam macam teknologi dalam bisnis ritel selanjutnya adalah Face Recognition. Tools ini sangatlah membantu demi menjaga keamanan sekaligus meningkatkan pengalaman konsumen ketika berbelanja. Pola kebiasaan belanja online bisa diaplikasikan ketika pelanggan belanja offline.

Seperti yang diketahui, sekarang ini hampir semua peritel besar memiliki toko offline dan toko online. Kehadiran Face Recognition bukan hanya untuk mencegah pencurian dan beraneka macam kejahatan ritel lainnya, namun juga membantu memberikan pelayanan lebih baik kepada pelanggan.

Ketika konsumen diidentifikasi menggunakan teknologi facial recognition, maka peretail bisa melayani mereka ketika berbelanja offline sebagaimana pola kebiasaan ketika belanja online. Staf toko bisa segera merespon terhadap kebutuhan-kebutuhan pelanggan.

6.Otomasi Pemenuhan Pesanan

Pada akhir tahun 2025 mendatang, diperkirakan lebih dari 580 ribu unit autonomus mobile robots (AMR) untuk membantu staff gudang memenuhi pesanan konsumen. Sebagian besar pengecer ikut menyesuaikan diri terhadap apa yang sedang ramai diperbincangkan dan disebut “Efek Amazon”.

Para pengecer mengeksplorasi otomatisasi pemenuhan pesanan demi memaksimalkan fleksibilitas dan meningkatkan kecepatan operasi supaya bisa bersaing dengan Amazon. Berkat otomatiasi ini, waktu pemrosesan pesanan bisa dihemat secara signifikan.

Tidak hanya itu, masalah pergudangan seperti ketidakmampuannya pekerja dalam memenuhi permintaan konsumen yang semakin melonjak bisa segera diatasi oleh sistem otomatis.

7.Robotic Store Assistants

Robotic Store Assistans juga menjadi macam macam teknologi dalam bisnis ritel yang perlu Anda pahami. Salah satu robot asisten toko yang canggih adalah Pepper, ini bisa membantu konsumen menemukan produk yang sedang mereka cari sekaligus menjawab pertanyaan.

Robot ini bahkan bisa mengirimkan kupon atau email spesifikasi penawaran. Contohnya, seperti toko perlengkapan rumah, Lowe’s yang mempunyai LoweBot untuk membantu melayani para pelanggan di toko.

8.Stock Management

Sistem otomatisasi pergudangan bisa membantu memaksimalkan proses mengontrol stok barang. Alih-alih menunggu inventarisasi manual, sistem komputer dan robotik cerdas menyimpan data stok secara lebih akurat dan bisa diandalkan secara real-time.

Dengan data yang akurat, pengecer sangat terbantu dalam membuat keputusan yang kuat, mengelola aliran stok, membuat prediksi yang kuat dan menyusun rencana yang baik demi meningkatkan keuntungan toko.

Manajemen persediaan bahan baku, barang jadi dan barang dalam proses yang lebih baik mampu mengurangi limbah pembuangan, kasus pencurian dan kerusakan.

9.Smart Equipment dan IoT (Internet of Things)

Perangkat pintar dan Internet of Things bisa mengubah pengalaman berbelanja konsumen menjadi lebih baik. Berbekal volume data yang sudah tersedia dan kecanggihan dalam mengolahnya, konsumen bisa mendapatkan pengalaman belanja lebih personal.

Kemampuan tersebut pastinya sesuai dengan pola kebiasaan konsumen sekarang yang menginginkan informasi dan personalisasi dalam mengambil keputusan. Teknologi IoT membantu pemilik toko mempersembahkan pengalaman terbaik kepada konsumen, sedangkan smart equipment diibaratkan sebagai rak yang dilengkapi sensor untuk melacak inventarisasi sehingga dapat mengubah operasi ritel.

10.Customer Chat Bots

Saat ini berbagai ritel sudah mengadopsi bot layanan pelanggan yang berbasis pesan. Dikabarkan lebih dari 50% perusahaan Fortune 5000 sudah berkesperimen menggunakan chat bot. Tidak bisa dipungkiri, messaging sudah menjadi opsi layanan yang disukai oleh para pelanggan.

Bot kecerdasan buatan bisa memaksimalkan pengalaman pelanggan sesudah dan sebelum penjualan.

Demikianlah macam macam teknologi dalam bisnis ritel, semoga bermanfaat.

You might like

About the Author: xibulz2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *